Saturday, September 14, 2013

Multimedia dan Saya

Hello! Hi! Hey!

This is my very first post in this blog ;) dan saya ingin membahas soal pengalaman saya tentang multimedia. Ngomong-ngomong soal multimedia, saya rasa banyak sekali perbedaan dunia multimedia dahulu dengan sekarang. Dulu mungkin kita hanya mengenal komputer untuk mengetik dan main game solitaire. Tapi sekarang, dipastikan hampir semua orang bisa mengoprasikan komputer. Entah itu untuk mengetik, main game, edit foto sampai main internet.

Sama halnya dengan saya. Dulu, sewaktu SD saya sudah diperkenalkan komputer oleh orang tua dan sekolah saya. Tapi namanya juga anak SD, saya cuma ngangguk-ngangguk sok ngerti padahal tidak tahu dan tidak mau tahu. Saya ingat sekali, dulu pertama kali saya diajari mengoprasikan komputer oleh guru saya adalah belajar mengetik dengan sepuluh jari. Jangankan ngetik dengan sepuluh jari, dulu saya mencet keyboard dengan satu jari. Itupun dengan penuh penekanan sampai keyboard berbunyi 'cetok-cetok'. Tapi lama kelamaan saya bisa ngetik dengan lancar, meskipun tanpa teknik sepuluh jari. Dulu rasanya bahagia banget bisa ngetik-ngetikdi komputer, begitu juga kalo bisa menang main game solitaire.


Umur bertambah, belajar tentang multimedia pun tak hanya sekedar mengetik dan main game. Saya kemudian 'berkenalan' dengan beberapa teman baru, yaitu internet dan aplikasi software. Dengan internet, saya pertama kali kenal dengan Google dan Friendster. Karena agar dibilang gaul kali ya waktu itu saya latah ikut-ikutan salah seorang teman. Dia bilang Friendster itu asyik. Yaudah saya bikin, eh gak taunya keasyikan. Tapi, FS saya gak bertahan lama. Hanya bertahan sekitar setahun. Lalu digeser oleh keberadaan Facebook atau FB. Lalu, setelah hampir 3 tahun ‘berteman’ dengan FB, saya beralih ke Twitter. Sampai sekarang pun saya masih akrab dengan Twitter.

Dari Twitter sendiri, saya mendapatkan banyak informasi. Bukan hanya sekedar info dalam dan luar negeri tapi juga fakta-fakta unik dan menarik. Tapi tak selamanya saya mendapat hal positif dari Twitter, tak jarang muncul beberapa orang yang memenuhi timeline dengan TwitWar gak penting mereka. Tak hanya orang biasa, tak jarang artis juga ikut-ikutan TwitWar. Sebenernya mereka TwitWar kaya gitu juga gak pentinglah, buang-buang tenaga dan waktu aja. Ngejelek-jelekin orang lain apalagi di dunia maya itu wasting your time banget.

Setelah social media, saya mengenal beberapa aplikasi software. Seperti Ms. Office tak hanya Ms. Word, tetapi juga Excel, PowerPoint. Lalu ada software edit foto. Yah, kalau kamu ngerasa tidak begitu pede dengan dirimu sendiri, berterimakasihlah kepada penemu edit foto. Paling nggak kamu udah ditolong buat lebih cantik/cakep dalam sekejap ;;) Banyak contoh dari software ini ada Photoshop, PhotoScape, XiuXiu dll dsb dkk lah pokoknya buat menunjang kecantikan instant.

Begitulah pengalaman saya tentang multimedia, mungkin saya lebih akrab dengan social media daripada software yang sekiranya bermanfaat lainnya. Tapi semua itu bukan masalah jika kita bisa menggunakan internet dan social media secara sehat tanpa memicu ‘war’ yang pada ujungnya bikin kita capek sendiri.

Rizka Maudina
F1C013016