Thursday, June 5, 2014

Final!!

Haaaii!!
Finally, this the day. The end of 30 hari menulis. Jadi, 30 hari menulis ini acara nya Himakom Unsoed. Pesertanya harus nulis di blog selama 30 hari, mau cerita apa aja juga boleh pokoknya nulis aja selama 30 hari.
Aku tau acara ini, dari promosi salah seorang teman di grup yang aktif di Himakom. Awalnya, aku gak begitu tertarik sama acara ini, tapi setelah aku pikir-pikir kenapa aku gak nantang diriku sendiri untuk melakukan sesuatu yang konsisten selama 30 hari ini, toh aku ada blog ini tapi gak pernah berfungsi karena gak punya momen yang pas buat ngeblog? Akhirnya dengan modal coba-coba, aku ikutan daftar. Gak kebayang mau nulis apaan yang penting daftar dulu, masalah bahan tulisan bisa sambil jalan.

Daaan bener aja, ikutan acara ini bikin aku mengamati disekitarku dan memahami percakapan disekitarku buat jadi bahan tulisan. Masalah sepele aja kadang aku ungkapin di blog. Mau dibilang norak kek, gak jelas kek biarin. Kalo kata bule bule i don't give a shit ini mwehehe. Tapi aku kadang heran sama diriku sendiri, kok bisa-bisanya dengan PD ikutan acara begini yang jelas-jelas ngandelin kemampuan menulis seseorang, sedangkan kemampuan menulisku cenderung acak kadul. Aku juga gak yakin bakal banyak yang baca tulisanku. Orang tulisanku berisi 1% tulisan 99% hal absurd. Aku sih berdoa aja orang yang baca tulisanku gak muntah-muntah dan sakit mata gara-gara baca tulisanku :)

Tapi kalo aku gak ikutan acara ini, aku gak bakal paham kalo sebenernya banyak hal di hari-hari kita yang worth it buat diceritain ke orang lain. Dan biar orang lain juga tahu gimana sih hidup kita. Bukan maksud ngeksis tapi berbagi aja~~

And this is the end of my absurd opinion about 30 hari menulis. Tapi yang pasti aku gak bakal lupa say thanks sama orang-orang yang dengan suka rela bahkan suka kaget dengan kemunculan namanya di blog. Makasih juga buat hapeku yang membantu aku banget buat ngepost blog, karena sesungguhnya aku selalu ngepost blog by handphone :') tapi makasih yang paling besar tentu Allah SWT karena Dia dan melalui perantara berupa teman dan sahabat yang aku rasa penyalur semangat untuk membantu memperjuangkan 30 hari menulis.
Udahlah makin absurd. Bye hehew

Purwokerto, 5 Juni 2014
Rzk

Wednesday, June 4, 2014

Dulu, Kini, dan Esok

Dulu.
Saat pertama kali bertemu denganmu, aku telah menyukaimu. Aku suka semua tentang kamu. Aku suka senyummu yang manis, aku suka tanganmu yang besar dan genggaman tanganmu yang hangat, aku suka suara tawamu yang 'renyah', aku suka saat aku bangun di pagi hari pesan 'selamat pagi'-mu sudah muncul di layarku, aku suka saat kau menyemangatiku meski hanya lewat pesan singkat. Aku suka suaramu saat bernyanyi untukku. Aku suka berbicara denganmu. Aku duka mrmbagi kisahku denganmu. Aku suka. Sangat suka kamu.
Kini.
Saat kita telah bersama, aku semakin mencintaimu. Aku cinta kamu dengan setulus hati, aku pun cinta padamu tak pernah memandang apa yang kamu punya dan apa yang dapat kamu berikan kepadaku. Karena aku tahu, cinta kita adalah saling memberi dan menerima. Memberi segala yang aku punya dan segala yang kau miliki, kamu pun menerima semua kelebihan dan kekuranganmu, begitupun aku padamu. Aku cinta kamu. Meskipun hanya tiga kata tapi mewakili perasaanku padamu. Tak kurang. Tak lebih. Dan sesederhana itu.
Esok.
Dan ketika esok datang hanya satu yang aku tahu. Aku takut. Aku takut, tak bisa lagi seperti yang kamu minta. Aku takut, kamu mulai tak mempercayaiku. Aku takut, kamu tak lagi menerima semua kekuranganku. Aku takut, kamu lelah denganku. Aku takut, rasamu kepadaku berubah. Yang pasti, aku takut kehilanganmu. Ketika saat itu tiba aku tak siap. Tak akan pernah siap. Karena kehilanganmu adalah hal terakhir yang aku inginkan.

*tulisan diatas merupakan hasil pengembangan dari kata-kata yang dilontarkan Kinanti Nuke Mahardini yang pada awalnya berbunyi seperti ini : 'dulu aku suka sama kamu, hari ini aku cinta sama kamu, selamanya aku tak ingin kehilangan kamu'

Purwokerto, 4 Juni 2014
Rzk

Tuesday, June 3, 2014

Keluarga

Keluarga itu tempat kita berkeluh kesah setelah seharian kita menjalankan aktivitas.
Keluarga itu tempat kita mencurahkan segala macam ekspresi dan perasaan kita yang bahkan di depan orang lain, kita tidak pernah menunjukkannya.
Keluarga itu tempat kita tumbuh. Dimana kita mengenal dan mendapatkan kasih sayang dan cinta untuk pertama kalinya. Dan setiap orang tua pasti akan menyayangi anaknya. Tapi yang pasti setiap orang tua memiliki berbagai macam cara yang berbeda dalam menunjukkan kasih sayang mereka.
Keluarga itu ayah, ibu, kakak, yang akan selalu ada untuk kita dan akan selalu menjadi orang tua dan kakak kita. Karena tidak ada istilah mantan ibu, mantan ayah bahkan mantan kakak.
Keluarga itu tak mengenal istilah kita adalah anak haram, anak tak tahu diri, anak pembawa sial, bahkan troublemaker. Karena sesungguhnya semua anak yang lahir di dunia adalah suci, jika ada kesalahan bukan dari anak yang lahir itu tapi dari orang tuanya.
Keluarga adalah sahabat. Kita bertemu mereka bukan sejak awal kita lahir, tetapi kita bertemu mereka lewat takdir dan membuat kita dekat layaknya saudara kandung.
Dan untuk yang terakhir, keluarga adalah rumah. Tempat kita pulang. Tempat kita kembali dan melepaskan semua beban hidup yang ada dipundak kita.

Purwokerto, 3 Juni 2014
Rzk

Sunday, June 1, 2014

KYAAA

PENGEN NONTON ASIAN DREAM CUP BANGETTTTT!!
PENGEN LIAT LANGSUNG MEMBER RUNNING MAN!!
Tapi kata Mbak Erin gini, 'Gak liat juga gapapa, Riz. Yang penting pas mereka dateng kita sama mereka menghirup udara yang sama di negara yang sama.' Dari kata-kata Mbak Erin gak ada yang merujuk ke menyemangati aku. Tapi diiyakin ajalah biar cepet hehew~
Beda lagi sama omongan kakakku yang terang-terangan ngedownin aku, 'Gak nonton juga gapapa, dek, wong disiarin di RCTI ini. Kalo gak disiarin, baru nonton live sana di GBK.' Makjleb sih rasanya diomongin gitu. Tapi kan feel nya beda ya nonton lewat tv sama nonton live :') tapi mau gimana lagi. Udah terlambat....... sudah semua kali ini~~~

Yaudah sih aku mau cerita gitu aja

Purwokerto, 1 Juni 2014
Rzk