Semester 4 ini, saya mengambil
mata kuliah Teknologi Komunikasi. Dalam benak saya mata kuliah ini akan
membahas lebih dalam tentang teknologi dan perkembangannya. Ternyata saya
endapatkan lebih dari itu. Saat diampu oleh Pak Tri Adi Nugroho, saya belajar tentang
bagaimana perkembangan media dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan
kita. tidak hanya untuk remaja dan orang dewasa. Tetapi juga untuk anak-anak.
Pelajaran dan pemahaman baru ini
diimbangi dengan penggunaan e-mail secara intens untuk pengiriman tugas. Jadi,
kami yang mengambil mata kuliah Teknokom tidak lagi harus menyetak hardcopy-nya dan dikumpulkan di meja Pak
Adi, tetapi sudah dalam bentuk softcopy
yang tentu saja tidak mengkonsumsi banyak kertas hehe disisi lain kami yang
mahasiswa rantauan tidak perlu mengeluarkan budget khusus untuk menyetak
tugas-tugas itu.
Lain Pak Adi, lain juga dengan
Pak Ali Rokhman. Beliau adalah dosen kedua dalam team teaching dengan Pak Adi.
Pak Ali mengajar setelah UTS berakhir hingga UAS. Dengan beliau, kami tidak
sekedar mendapatkan teori tetapi praktik penggunaan teknologi secara langsung
dan cara belajar yang unik. Apa yang membuat unik?
1. Penggunaan Facebook sebagai Media Belajar dan
Media Berkomunikasi
Facebook memang paling banyak
digunakan oleh masyarakat dunia. Saya sendiri dulu sempat sangat addicted dalam
penggunaan jejerang social satu ini. Ini saya alami ketika saya masih SMP,
sekitar tahun 2007 atau 2008. Saya lupa pasti, tetapi ketika banyak teman saya
yang membuat Facebook saya ikut-ikutan buat saja.
Tidak bertahan lama saya
menggunakan FB, tahun 2009 lagi ngehits
Twitter. Lagi-lagi teman-teman saya heboh dengan Twitter, saya ikut-ikutan
lagi. Ternyata, menurut saya kala itu, Twitter lebih simple dan lebih
menyenangkan. Beda sama FB yang semakin lama semakin ribet dan semakin banyak orang-orang
dengan nama aneh yang biasa disebut anak alay. Mereka merajai jagad facebook
dengan nama yang dibuat-buat dan status yang menurut saya menganggu. Ketika
2010, saya menetapkan hati untuk berpindah ke Twitter dan mulai melangkah
melupakan Facebook.
Tapi yang namanya berpindah ke
lain hati saja susah, ini pindah jejaring social susah juga menurut saya.
Sesekali saya masih mengunjungi FB. Sekedar membersihkan sarang laba-laba yang
mungkin muncul saking lamanya saya tidak menggunakan FB hehe tetapi hal ini
tidak berlangsung lama. Ketika tahun 2013 lalu saya masuk dan diterima sebagai
mahasiswi Ilmu Komunikasi Unsoed, saya diinvite
untuk bisa bergabung di grup angkatan saya. Tidak mungkin menolak, saya
langsung bergabung ketika diberi kabar untuk segera bergabung grup agar tidak
tertinggal info yang mungkin di share di dalamnya. Saya merasa mulai dari tahun
2013 ini menjadi turning point saya
untuk kembali aktif di Facebook.
Mendekati UTS dan UAS, grup
angkatan saya di FB makin ramai, karena melalui grup ini kami saling bertukar
materi kuliah, share tugas yang pernah dikerjakan. Share makalah dan lain
sebagainyaaa. Hal ini terus berlanjut hingga hari ini. Tetapi, FB semakin saya
butuhkan ketika mata kuliah Teknologi Komunikasi ini, mengharuskan saya untuk aktif
kembali dan bergabung di grup kelas Teknokom A. Di grup, Pak Ali membagi
informasi akan seperti apa kuliah dipertemuan selanjutnya, tugas apa yang harus
dikerjakan perkelompok. Tak hanya itu saja, kita menjadi lebih mudah
mendapatkan materi yang telah disampaikan oleh dosen pengampu. Penilaian pun
terkesan transparan karena pada saat presentasi pertama terlihat jelas
siapa-siapa saja yang tidak masuk dan siapa yang melakukan presentasi.
Jadi, bergabung lagi di Facebook
setelah lama tidak aktif, terasa membawa manfaat lebih, ditambah lagi menjadi
media belajar bagi kami. Dan melalui Facebook juga, istilah paperless
benar-benar saya alami heheehe..
2. Edmodo
Mungkin buat beberapa orang, edmodo bukanlah hal yang baru, tetapi tidak bagi saya hehe.. buat yang gak tahu edmodo itu
apa, ini sekilas penjelasan edmodo~~
Edmodo salah satu media untuk
kita belajar. Didalam edmodo ini nanti kita akan membentuk sebuah grup dengan
adanya kode yang hanya diketahui oleh anggota yang akan bergabung. Sistemnya
layaknya sebuah kelas tetapi online. Ada guru yang nantinya akan memberikan
pelajaran, penjelasan, tugas/quiz hingga adanya penilaian yang biasa disebut
progress. Ohya, edmodo ini salah satu bentuk e-learning. Selain ada guru, orang
tua juga bisa mengawasi apa yang dilakukan anaknya dalam kelas online ini.
Sangat unik untuk saya yang baru pertama kali menggunakannya.
Pertama kali bergabung, saya
tidak terlalu antusias, karena saya kira belajar dengan edmodo akan
membosankan. Ternyata kesan pertama saya SALAH sama sekali! Dengan edmodo
terasa berbeda belajarnya. Bahkan untuk kuis pun menarik tidak monoton. Saya
ingin cerita sedikit pengalaman saya menggunakan edmodo saat kuis online. Kuis
pertama kali adalah tentang convergence dan diberi batas waktu 12 menit. Adanya
batas waktu yang sebenarnya membuat siswanya waspada, takut dan lain
sebagainya. Pertama kali saya mengerjakan kuis ini saya merasa pressure sekali. Entahlah mengapa
begitu. Tetapi yang pasti rasanya berbeda belajar dan kuis online serta kuis di
kehidupan nyata. Kuis-kuis berikutnya saya bisa rileks.
Teman-teman saya berbagi cerita
kalau mereka pernah kelewatan kuis karena jaringan di tempat mereka tidak
stabil, sehingga mau tidak mau merelakan kuis yang mereka kerjakan. Hal ini
menjadi patokan bagi saya, berarti saya tidak akan mengerjakan kuis jika
koneksi atau jaringan tidak stabil. Sejak kuis satu muncul, hingga kuis ke-10,
saya selalu mencari jaringan tercepat dan waktu dimana orang belum banyak
mengerjakan. Itu berarti kalau tidak pagi sekali, ketika saya menerima
notifikasi e-mail, berarti malam hari. Dan saya selalu bersyukur akses internet
yang saya dapat ketika ingin mengerjakan edmodo selalu lancar hehe..
Sebenarnya saya ingin sedikit (sekali) berbagi
cerita bagaimana rasa yang saya dapatkan setiap saya take quiz di edmodo. Ada rasa deg-degan, takut dan lega ketika
sudah melalui kuis. Kuis yang diberikan Pak Ali jujur saja tidak pernah susah,
hanya sekedar memberikan komentar pada berita yang di tag, menceritakan pengalaman
belanja di online shop dan hal-hal
semacam itu. Tapi yang paling menegangkan adalah ketika kuis ke-10. Waktu hanya
17 menit sementara sebanyak 40 soal harus dikerjakan. Pressure sekali rasanya dan itu sangat tidak nyaman.
Overall, belajar Teknologi Komunikasi tidak pernah semenyenangkan
ini. Semua terasa mudah ketika kamu mempunyai akses internet yang sangat
berguna dan mendukung belajar kamu ngahaahahaha~~~
