Sometimes you will never know the value of a moment until it becomes a memory - Dr. Seuss
Quote diatas membuat aku termenung dan merenung. Iya, bener juga. Sadar atau enggak kita cenderung mengingat momen-momen besar dan terkait dengan kita, kalo momen kecil gimana? Kita cenderung mengabaikan. Melupakan. Bahkan menganggapnya seakan tidak pernah terjadi. Tapi gimana kalo momen itu udah jadi memori? Momen besar atau kecil menjadi bermakna jika sudah menjadi memori. Apalagi jika orang yang ada dalam momen itu sudah tidak disamping kita lagi. Tidak ada dalam pandangan kita lagi.
3 tahun lalu tepatnya waktu aku kelas X dan saat umurku 16 tahun, aku disadarkan bagaimana momen-momen yang ada selama ini berganti menjadi memori yang seumur hidupku akan selalu aku ingat. Ayah, sosok pahlawan yang aku kenal seumur hidupku pergi ke surga bertemu denganNya dan hidup bahagia disisiNya. Semua momen yang berkaitan dengan Ayah menjadi sebuah harta berharga. Hal-hal kecil seperti Ayah yang menyempatkan diri mengantar dan menjemputku sekolah, suara tawa Ayah saat menonton acara komedi di TV, Ayah yang kalo sudah nonton ILC pasti ikutan komentar, dan hal-hal simpel lainnya. Waktu beliau masih ada semua itu terkesan biasa aja, tetapi untuk saat ini, hal-hal itu menjadi memori. Memori yang pantas untuk diingat.
Berbagialah kamu yang masih punya ayah yang bisa kalian lihat, peluk dan cium. Begitu juga dengan ibu. Jangan sia-siakan momen berharga kalian saat pulang kampung dan bertemu dengan mereka *in case kamu anak rantau sama kaya aku hehe* manfaatin selagi masih bisa ketemu, kalo udah gak bisa lihat, peluk, cium mereka semua yang kalian lalui bersama mereka akan jadi memori. Memori yang berharga dan gak bisa diulang lagi :)
Kudus, 8 Mei 2014
Rzk-bukan-mau-jadi-MarioTeguh-cuma-lagi-curhat:)
No comments:
Post a Comment