'Bukan perpisahan yang harus disesali, tapi kenapa pertemuan harus terjadi'
Percaya atau enggak quote diatas dicetuskan oleh salah satu talent di acara 3030. Aku bukan mau bahas kerennya acara itu, tapi lebih ke quotenya.
Banyak dari kita sering nyalahin perpisahan dan nyesel kenapa harus ada perpisahan. Bentuk dari perpisahan banyak. Berpisah dari sahabat, berpisah dari pacar, berpisah jauh dari orang tua karena kita merantau, dll, dsb, dkk. Kalo menurutku, perpisahan itu ibarat pintu, jadi pintu satu tertutup pasti ada satu pintu lain yang bakal terbuka. Cuman kalo kita terlalu terpaku sama pintu yang tertutup kita gak bakal notice ada pintu lain yang terbuka dan siap buat kita masuki. Tapi konteks ini beda buat bentuk perpisahan terakhir. Karena, orang tua adalah rumah tempat dimana kamu pulang. Kemana kamu pergi, ujung-ujungnya kamu balik lagi ke orang tua kamu dan menceritakan semua bentuk rasa yang kamu alami.
Tapi gak selamanya pertemuan harus disalahkan. Pertemuan gak salah kok, karena di setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Ibaratnya, pertemuan itu garis start, dan kita itu runner. Kalo kita nempuh jarak yang panjang perpisahan bakal jauh dari pandangan kita. Kalo kita nempuh jarak yang pendek udah pasti perpisahan di depan mata dan semua tergantung gimana kita menikmati dan merasakan setiap langkah kita dari awal pertemuan sampai pada akhir perpisahan. Kalo kita enjoy, kita bakal ngedapetin kenangan yang pasti worth it buat di kenang, dan itu bakal berbanding terbalik sama kita yang gak enjoy dan ngerasa terpaksa sama pertemuan. Yang ada semua buruk dan bakal nyesel.
People come and go. Itu yang harus kita pahami. Karena selama kita hidup kita bertemu dengan banyak orang dengan banyak karakter dan akan memberi kita banyak momen untuk di kenang. Ya, dan setiap orang yang kita temui akan memberikan pelajaran ke kita. Entah belajar untuk kuat, belajar untuk menghargai, memaafkan bahkan merelakan dan melepaskan. Semua itu yang membentuk kamu yang sekarang.
Satu yang harus kita ingat dan kita pegang, Allah lah yang mempertemukan dan memisahkan kita. Dan Allah lah yang menentukan takdir kita, apa yang sudah dipertemukan oleh Allah pasti lah yang baik buat kita. Kalo ada rasa menyesal itu mungkin kita yang salah memaknai apa yang sudah diberikan ke kita.
In the end, setiap pertemuan baiknya sih kita akhiri dengan perpisahan yang manis dan pantas buat di kenang. Karna, kalo udah gak bisa ketemu lagi kita cuman bisa nge-rerun momen yang pernah terjadi di otak kita.
Purwokerto, 16 Mei 2014
Rzk
No comments:
Post a Comment