Saturday, May 10, 2014

Insomnia (1)

Heyhoo!! Aku lagi nyoba bikin fiksi nih. Gak pure ideku sih cuman fiksi ini terinspirasi dari lagunya Kahitna yang berjudul Insomnia. Ini fiksi pertamaku. Kalo agak geje ya harap maklum namanya juga amatiran :) enjoy gaez!!

♡♡

Entah sudah berapa malam Keyna begini. Tak bisa tidur dengan nyenyak. Selalu terbangun di malam hari. Keyna tidak bisa menikmati bunga tidurnya. Ia sakit. Sakit karena memikirkan mimpinya. Mimpi Keyna tidak sama dengan kenyataannya. Jauh. Amat jauh berbeda. Di hadapan Keyna adalah sebuah kenyataan yang pahit dan sakit.

**

Keyna dan Keenan.
Dua anak manusia ini dipertemukan oleh takdir. Mereka bertemu saat Keyna tidak sengaja menabrak Keenan pada saat usia mereka 10 tahun. Awal pertemuan mereka bukanlah awal yang manis. Sikap Keenan terlampau menyebalkan buat Keyna yang ramah dan ceria. Tapi pada pertemuan kedua mereka, sikap Keenan lebih bersahabat. Keyna pun dengan senang hati menerima permintaan Keenan untuk menjadikan gadis kecil itu sebagai sahabatnya.

Sekarang, saat usia mereka 16 tahun, mereka mulai sadar bahwa ada yang salah dalam hubungan mereka. Keyna yang pertama kali menyadarinya. Gadis ini sadar bahwa ia tak sepenuhnya menganggap Keenan adalah sahabatnya. Bukan. Bukan karena Keyna setengah hati bersahabat dengan Keenan, tetapi karena Keenan adalah cinta pertama Keyna. Saat pertama matanya jatuh menatap Keenan, ia tahu hanya di Keenan lah hatinya tak pernah berdusta. Keyna selalu bermimpi tentang ia dan Keenan. Di mimpinya, Keyna adalah yang pertama dan terakhid untuk Keenan. Segalanya hanya untuk Keyna semata.

Tetapi semua tidak sejalan dengan apa yang di rasa Keenan. Sejak awal bertemu, meskipun sikapnya menyebalkan, Keenan sudah menganggap Keyna adalah sahabatnya tidak lebih dan tidak kurang. Semua perhatian Keenan selama ini ke Keyna adalah bentuk rasa sayangnya sebagai sahabat yang baik. Tak ada maksud lain.

**

Masa SMA mereka di jalani dengan penuh warna. Semakin bertambah umur Keyna dan Keenan semakin erat persahabatan mereka. Semakin dalam juga perasaan Keyna terhadap Keenan. Keyna sadar ia tak bisa mengendalikan perasaannya. Keyna tak akan sadar bahwa kedepannya, sikapmya inilah yang menyakiti dirinya sendiri.

Keenan pun memiliki perasaan yang dalam. Bukan untuk Keyna tetapi untuk Diandra. Keyna tidak mengetahui tentang hal ini. Keenan belum ada nyali untuk mengatakannya kepada Keyla tentang perasaannya terhadap Diandra. Keenan menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya kepada Keyna jika Diandra sudah menjadi miliknya.

**
Bersambung.....................

Kudus, 10 Mei 2014
Rzk

No comments:

Post a Comment