Saturday, May 10, 2014

Insomnia (2)

Heyhoo!! Ini sambungan dari fiksi yang kemarin. InsyaAllah sih nyambung hehew kalo enggak ya maklumin lagi yaak :) enjoy gaezz
♡♡

Diandra..
Hanya satu nama itu yang memenuhi pikiran dan hati seorang Keenan. Gadis ini adalah murid kelas sebelah alias tetangga Keenan dan Keyna di sekolah. Keenan menyadari kalau Diandra adalah Mrs. Right nya ketika ia melihat Diandra yang memberi uang yang lebih untuk seorang penjual jajan yang sudah tua. Simpel memang tetapi inilah yang menarik hati Keenan. Menurutnya, Diandra tidak hanya cantik secara fisik tapi juga hatinya. Dari situlah setiap hari, tanpa diketahui Keyna, Keenan selalu mendekati Diandra. Entah sekedar menyapa, mengobrol, bahkan sekarang sudah berlanjut ngobrol via chat. Keenan merasa Diandra juga menaruh hati untuknya.
Keyna mengenal Diandra. Bukan mengenal secara dekat, tetapi hanya mengenal sekedar kenal. Yang pasti gadis ini tidak mengira bahwa Keenan akan jatuh cinta dengan Diandra.

**

Hari sudah semakin sore. Bell tanda pulang sekolah sudah berbunyi sejak 2 jam lalu, tetapi sekolah tak kunjung sepi. Keenan memastikan bahwa Keyna sudah pulang lebih dulu. Ia berharap Keyna tidak curiga dengan seribu alasan yang diungkapkan Keenan mengapa dia tidak bisa pilang bareng Keyna. Yang pasti ada alasan yang mendasar. Keenan akan menyatakan perasaannya kepada Diandra.

Keenan keluar dari kelasnya menuju ke ruang mading. Diandra adalah ketua mading di sekolah ini dan gadis itu ada disana.
Keenan langsung menghampiri Diandra,
'Di, aku mau ngomong.' Ucap Keenan begitu melihat Diandra.
'Eh.. Keenan. Mau ngomong apa, Nan?'
Keenan mendadak gugup ketika Diandra langsung to the point bertanya kepadanya.
'Hm.. Gini Di. Aku mau bilang sesuatu. Em.. gini.. Aku sayang sama kamu Di, kamu membuat hariku lebih cerah dan buat aku semangat ke sekolah buat sekedar liat senyum kamu. Kamu mau gak.. Ehm.. Kamu mau jadi orang spesial di hari-hariku? Jadi.. pacarku?'
Diandra hanya bisa terkejut dan memandangi Keenan. Dia tak bisa berkata apa-apa. Gadis ini senang, akhirnya lelaki yang disukainya menyatakan hal yang sudah ditunggu-tunggu olehnya selama ini.

Ada hening yang cukup lama sejak Keenan menyatakan perasaannya. Lelaki ini sudah pasrah jika Diandra menolaknya. Tetapi kemudian ia melihat sepasang tangan yang memegang tangannya. Keenan meoleh ke Diandra. Ia melihat senyum yang selalu membuat hatinya berdesir. Gadis itu mengucapkan kata yang membuat Keenan senang bukan kepalang.
'Iya, Nan. Aku mau.'

**

Keyna sedang duduk di taman. Biasanya sore hari seperti ini, ia dan Keenan mengobrol, bernyanyi dan bermain gitar berdua seakan taman ini adalah milik mereka. Tapi kali ini berbeda. Keenan entah dimana, Keyna tidak mengetahuinya. Ia merasa aneh dengan Keenan yanh tadi seolah menyembunyikan sesuatu dari Keyna, padahal selama ini mereka selalu terbuka.

Dari jauh terdengar deru motor sport yang amat dikenali oleh Keyna. Ia yakin itu adalah motor Keenan, lelaki yang membuatnya bermimpi tentang mereka. Tak lama suara motor itu berhenti di taman. Keyna tidak ingin menoleh untuk melihat Keenan, ia ingin Keenan lah yang menghampirinya.

Keyna yakin Kee an sekarang sudah menuju ke arahnya. Dengan gaya seperti orang melamun, Keyna seolah cuek dengan kehadiran Keenan. Lelaki itu langsung menepuk bahu Keyna.
'Woy!! Ngelamun aja.' Sapa Keenan.
'Apaan sih bikin kaget aja Nan. Loh? Eh kok ada Diandra?' Keyna benar-benar terkejut mengetahui Keenan tidak datang seorang diri melainkan dengan Diandra. Gadis ini mengira akan menghabiskan sore ini dengan Keenan seperti kebiasaan mereka. Tapi ia merasa ada yang lain dari sikap Keenan dan Diandra. Ia merasa.. akan ada sesuatu yang berubah.
'Gini Key. Aku mau ngaku sama kamu.' Keenan berkata dengan raut muka yang ceria.
'Ngaku apa, Nan?' Bukannya menjawab pertanyaan Keyna, Keenan malah meraih tangam Diandra dan menggenggamnya dengan erat.
'Ngapain gandengan, emang mau nyebrang?' celetuk Keyna.
'Key, aku sama Diandra udah jadian hehe.' Keenan berkata seraya memandang Diandra.
'Wow..' cuma itu yang bisa terucap dari mulut seorang Keyna.

Bagai di hantam godam, gadis ini merasakan sakit tak terperi. Benar-benar sakit dan tak menyangka. Tak ada uang bisa ia lakukan untuk memperjuangkan perasaannya. Ia hanya bisa tersenyum dan mengatakan selamat kepada pasangan didepannya itu. Ingin sekali ia pergi dari tempat ini, berlari sejauh mungkin agar tak melihat orang yang dicintainya memilih orang lain.

'Cuma mau bilang itu aja sih aku Key. Aku duluan ya mau anter Diandra pulang.' Ujar Keenan seketika.
'Makasih ya Keyna udah ngerestuin hubunganku sama Keenan.' Diandra berkata seraya tersenyum manis.
'Hahaha biasa aja kali Di. Emang aku apanya Keenan sampe kamu bilang gitu. Ada-ada aja.'
'Dulu sih aku ngiranya kalian pacaran habisnya deket banget kaya gak bisa pisah. Tapi ternyata kalian sahabat dari kecil. Untung deh hehe.'
'Enggak ah aneh-aneh aja ngapain pacaran sama Keenan juga.' Keyna menoyor kepala Keenan
'Yah belagu. Gini-gini aku juga cakep Key. Buktinya Diandra...'
Dengan cepat Keyna memotong omongan Keenan. 'Udah buruan anterin Diandra keburu gelap ntar.'
'Oh iya. Aku duluan ya Key. Byeee' Keenan berlalu sambil mengusap kepala Keyna dan menggenggam tangan Diandra.
'Aku pulang dulu ya Key. Sampai besok.' Pamit Diandra.
'Ati-ati ya kalian!'
Hening langsung menyelimuti taman itu. Sepi menyergap Keyna. Sakit membelenggu gadis itu.

**

Kenapa kamu lebih milih Diandra daripada aku? Kenapa harus Diandra? Kenapa Nan? Kenapa juga kamu bilang kaya gitu pas perasaanku sama kamu semakin dalam? Kenapa harus di depanku kamu menunjukkan semuanya? Lebih baik aku gak tahu semuanya. Aku sakit Nan lihat kamu sama dia. Ngeliat mata itu memandang dia. Melihat tanganmu menggenggam tangannya. Aku sakit dan aku gak bisa apa-apa Nan.

Mimpiku selama ini buat bisa menjadi segalanya sama kamu hanya akan menjadi mimpi belaka. Karena kenyataannya aku gak akan dapet kamu dan hatimu. Kamu mungkim perhatian sama aku tetapi perhatianmu beda sama perhatian untuk Diandra. Dan aku sadar ketika semua sudah terlambat. Ketika kamu milik orang lain dan aku memiliki bayangmu. Memiliki cerita dan mimpi yang terlalu muluk tentang kita.

Memiliki sebuah perasaan yang tak perlu kamu ketahui.

The End

♡♡

Finallyyyyy!! Fix aku ngerasanya ini wagu bin geje :D maklumin yaaa~

Kudus, 11 Mei 2014
Rzk

No comments:

Post a Comment