'Kita seperti ini bukan tanpa alasan. Aku tahu apa yang aku lakukan dan aku tahu resiko kedepannya.' Ucap Yudha sambil menatap mata Ranita.
'Tapi sikapmu yang seperti ini membuatku merasa... kamu gak pernah sungguh-sungguh sama aku,' mata Ranita mulai berkaca.
'Sikapku yang bagaimana?'
'Aku tahu kamu memang perhatian terhadapku, kamu selalu ada untukku. Tapi.. tapi kamu enggak pernah menunjukkan bahwa kau benar-benar menyayangiku. Kamu seolah menganggapku sahabatmu. Dan itu juga yang kamu katakan di depan teman-temanmu kan?'
'Dengar,' Yudha menggenggam tangan Ranita, 'bukankah kita sudah membicarakan ini sebelumnya. Setiap kita bertemu pasti kita membahas ini. Dengarkan dan pahami kata-kataku. Aku menyayangimu. Sangat. Tapi aku sungguh tidak bisa melangkah kedepan denganmu. Tidak untuk sekarang. Aku hanya tidak ingin menyakitimu. Bagaimana bila suatu saat aku menyakitimu dan kemudian kamu pergi meninggalkanku? Aku tidak siap menerima semua itu. Aku sangat takut kehilanganmu. Sangat. Lebih baik kita seperti ini. Kau ada untukku begitupun aku ada untukmu.' Yudha menghela napas. Ia menatap Ranita menunggu reaksi gadisnya.
'Aku mulai memahaminya. Tapi sungguh aku hanya ingin melangkah ke suatu tempat dimana hanya kamu dan aku, tapi nyatanya kamu dan aku hanya berjalan di tempat yang sama setiap harinya. Kita tidak beranjak sesenti pun. Aku pun tak tahu sampai kapan aku akan bertahan dengan semua ini.' Gadis ini memahami meski masih memiliki ganjalan dalam hatinya.
'Jika kamu bertahan aku pun akan bertahan untukmu. Kita hanya perlu bersabar dan menunggu waktu yang menjawab mau kemana kita dan bagaimana kita kedepannya. Itu pun yang aku katakan kepada teman-temanku jika mereka bertanya ada hubungan apa antara aku dan dirimu. Mungkin sekarang kita seperti ini saja, bersahabat tetapi memiliki rasa yang lebih dari sahabat. Tapi yakinlah suatu hari nanti aku dan kamu akan menjadi kita. Dan saat itu tiba aku tak akan melepaskanmu.'
Purwokerto, 27 Mei 2014
Rzk
No comments:
Post a Comment